Label

Tampilkan postingan dengan label metodologi penelitian pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label metodologi penelitian pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Desember 2015

PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN

Selasa, 8 Desember 2015 | R.PPG Lab FMIPA UNY

PENELITIAN KUANTITATIF

Pada penelitian kuantitatif jika proposal dan instrumen penelitian sudah dibuat maka bisa dikatakan jika keterlaksanaan penelitian sudah mencapai 50%. Berikut merupakan prosedur pelaksanaan penelitian kuantitatif.

Penyusunan Proposal Penelitian
Proposal penelitian terdiri atas 3 bab yaitu BAB I (latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian), BAB II (kajian teori dan kerangka penelitian), BAB III (jenis penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik membuktikan validitas dan estimasi reliabilitas, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data).

Membuktikan Validitas Estimasi Reabilitas
Langkah selanjutnya setelah menyusun proposal dan instrumen adalah membuktikan validitas dan mengestimasi realibilitas instrumen. Pembuktian validitas dapat dilakukan dengan dua cara yaitu validitas isi, kriteria dan konstruk. Validitas isi dilakukan dengan meminta pendapat para ahli (Expert Judgment). Dari hasil tersebut kemudian dilakukan pembuktian valid atau tidaknya. Sedangkan validitas konstruk dilakukan dengan dua cara yaitu konfirmatori dan ekspoloratori. Sebagai tambahan, soal atau instrument tes yang tidak valid maka harus dilakukan revisi sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator. Sementara itu, reliabilitas ditunjukan dengan angka atau koefisien. Semakin tinggi koefisien menunjukan semakin bagus instrumen (soal) yang dibuat. Reliabilitas suatu tes pada umumnya diekspresikan secara numerik dalam bentuk koefisien yang besarnya -1 > 0> +1. Koefisien tinggi menunjukkan reliabilitas tinggi. Sebaliknya, jika koefisien suatu tes rendah maka reliabilitas tes rendah. Jika suatu reliabilitas sempurna, berarti tes tersebut mempunyai koefisien +1 atau-1. Dalam penentuan reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan analisis eiken.

Ujicoba Terbatas
Jika instrument telah terbukti valid, maka langkah selanjutnya adalah menguji cobakan instrument. Ujicoba instrumen terbatas harus dilakukan di luar sampel penelitian atau dapat menggunakan responden dalam populasi tetapi yang tidak digunakan dalam sampel. Jumlah responden dalam ujicoba pada umunya 10 x jumlah butir instrument atau minimal 5 x jumlah butir instrument. Misalnya jika terdapat 10 butir yang akan diuji cobakan, maka diperlukan 10 x 10 = 100 sampel atau minimal 5 x 10 = 50 sampel.

Perijinan
Proses perijinan merupakan salah satu hal penting untuk memperoleh data dari objek yang akan diteliti. Salah satu strategi dalam pelaksanaan penelitian untuk dapat melakukan suatu penelitian pada objek yang hendak diteliti adalah dengan cara menawarkan kerja sama. Dalam memasuki tempat penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut.
Natural (setting alamiah)
Mendapat kepercayaan
Berpaikan yang rapi, sopan dan indah
Bersikap dan bertutur dengan baik
Berusaha untuk bisa menjadi bagian dari tempat yang diteliti
Membangun komunikasi yang baik dengan orang-orang

Proses Pengumpulan Data
Pada teknik pengumpulan data harus disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah ditentukan pada BAB III.

Analisis Data
Proses analisis data harus disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah ditentukan pada BAB III.

Pelaporan



PENELITIAN KUALITATIF

Pada penelitian kuantitatif, jika peneliti sudah mempunyai proposal dan instrumen, maka bisa dianggap bahwa peneliti telah melakukan progres penelitian kira-kira 50%. Namun hal ini berbeda dengan penelitian kualitatif. Meskipun peneliti sudah mempunyai proposal dan instrumen, belum dapat dikatakan penelitian telah mencapai 50%. Hal ini dikarenakan dalam penelitian kualitatif hal terberat adalah menerjemahkan data yang kemudian dideskripsikan. Berikut merupakan prosedur pelaksanaan penelitian kualitatif.

Penyusunan Proposal Penelitian
Proposal penelitian terdiri atas 3 bab yaitu BAB I (latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian), BAB II (kajian teori dan kerangka penelitian), BAB III (jenis penelitian, teknik pengambilan sampel, teknik membuktikan validitas dan estimasi reliabilitas, teknik pengumpulan data dan teknik analisis data).

Perijinan dan Masuk ke dalam Objek Penelitian
Proses masuk ke dalam objek penelitian pada penelitian kualitatif relatif lebih sulit dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Sebagai contoh ketika kita hendak meneliti seseorang, maka bagaimana caranya agar kita dapat masuk dalam lingkungan tersebut tidak dicurigai dan orang yang kita teliti tidak merasa diikuti dan diintervensi. Kata kunci dalam riset kualitatif adalah kepercayaan. Bagaimana responden membuat kita percaya bahwa kita bukan peneliti, namun kita adalah bagian dari mereka (partisipatif). Dalam memasuki tempat penelitian ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut.
Natural (setting alamiah)
Mendapat kepercayaan
Berpaikan yang rapi, sopan dan indah
Bersikap dan bertutur dengan baik
Berusaha untuk bisa menjadi bagian dari tempat yang diteliti
Membangun komunikasi yang baik dengan orang-orang

Pengumpulan Data
Proses pengambilan data dalam penelitian kualitatif dikumpulkan berulang-ulang, tidak hanya sekali (multi-treat multi-method à berbagai cara, berbagai metode). Artinya dalam mengambil data dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya observasi atau pengamatan, wawancara, serta mengambil data dengan merekam (harus mendapat ijin narasumber). Selain itu selama proses penelitian dibutuhkan juga catatan lapangan (field note). Adanya field note untuk menanggulangi jika kita lupa. Field note yang telah kita buat kemudian direduksi. Dalam proses mereduksi terdapat berbagai cara, kita dapat mereduksi dengan cara Bogdan and Bliken, Creswell, Milles and Huberman, dll. Meskipun caranya berbeda-beda dengan berbagai penulis, namun intinya adalah dari catatan lapangan yang telah kita buat kemudian data direduksi dan dianalisis serta diverifikasi atau disimpulkan. Dari penyimpulan tersebut kita memperoleh pemetaan.Dalam pengambilan data akan selesai jika telah mencapai data jenuh. Data jenuh artinya ketika data yang kita dapat menunjukkan hasil yang itu-itu saja.

Analsis Data
Proses analisis data harus disesuaikan dengan langkah-langkah yang telah ditentukan pada BAB III.

Pelaporan


Referensi
Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati
Heri Retnawati. 2014. Membuktikan Validitas Instrumen dalam Pengukuran. Yogyakarta: Jurnal UNY.

Minggu, 06 Desember 2015

Penelitian Kualitatif

Analisis Data Penelitian Kualitatif
Selasa, 1 Desember 2015 | R.PPG Lab FMIPA UNY

Menurut Sugiyono (2008) penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Karakteristik Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif memiliki beberapa karakteristik. Berikut merupakan karakteristik dari penelitian kualitatif.
--> Setting alamiah atau wajar
Cara memperoleh informasi dengan berbicara langsung kepada orang (narasumber) dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural alamiah.
--> Peneliti sebagai instrumen utama
Peneliti mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan.
--> Pendekatan kualitatif bersikap deskriptif
--> Pendekatan lebih menekankan pada proses daripada hasil
Pendekatan kualitatif tidak semata-mata melihat pada hasil, namun sangat mempertimbangkan proses.
--> Analisis data secara induktif
peneliti membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah keatas (induktif). Proses induktif mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengelola secara berulang-ulang tema-tema dan datebase penlitian hingga peneliti berhasil membangun serangkaian tema yang utuh.
--> Makna adalah esensial dalam penelitian kualitatif
--> Laporan bernada studi kasus

Kegiatan yang Dapat Dilakukan Peneliti Saat Memasuki Lapangan
Memasuki organisasi
Menemui publik
Menemui pribadi yang bersangkutan

Ada Berbagai Teknik Pengambilan Sampel pada Penelitian Kualitatif
Accidental sampling
Purposive sampling
Quota sampling
Snow-ball sampling, wawancara berakhir jika data sudah jenuh. Jenuh artinya jika informasi yang didapat hampir seragam itu-itu saja.

Cara pengumpulan data yang lain
Pengamatan atau Observasi
Wawancara mendalam “indepth interview”
Kuesioner
Dokumentasi
Triangulasi (teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang sudah ada)

Analisis data Penelitian Kualitatif
--> Reduksi data
Reduksi data merupakan proses berpikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi dapat mendiskusikan pada teman, atau orang lain yang dipandang ahli. Mereduksi data berarti merangum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola serta membuang yang tidak perlu.
--> Penyajian data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan melalui table, grafik, phie chart, pictogram dan lain-lain. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.
--> Verifikasi dan penarikan kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan diawal, tetapi mungkin juga tidak, karena penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.

Referensi untuk teknik analisis data
Milles & Huberman à reduksi, dipslay, verifikasi/penyimpulan
Bogdan & Bliken à display, sub-theme, hubungan inter-sub-theme-verifikasi/penyimpulan

Referensi
Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 

Senin, 30 November 2015

Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data Kuantitatif
Secara umum teknik analisis data dibagi menjadi dua yaitu analisis data kuantitatif dan analisis data kulitatif. 

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Statistik Deskriptif
Menurut Wagiran (2014:327) statistik deskriptif merupakan teknik statistik yang memberikan informasi mengenai data yang dimilikinya dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik kesimpulan yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik masing-masing variabel serta dapat melakukan representasi objektif masalah penelitian. Dalam suatu penelitian, analisis deskriptif akan meliputi penyajian: (1) distribusi frekuensi setiap variabel, (2) ukuran tendensi sentral (mean, median, modus) dan (3) ukuran dispersi (penyebaran) meliputi standar deviasi dan varian.selain itu dengan memperhatikan nilai-nilai tendensi sentral dan skor masing-masing variabel serta berpedoman pada distribusi normal dapat disusun kriteria kecenderungan masing-masing variabel (Wagiran, 2014:329).

Statistik Inferensial
Statistik inferensial disebut juga statistik induktif. Menurut Wagiran (2014:327) statistik inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan pada seluruh subyek tempat data itu diambil (populasi). Sementara itu menurut Sugiyono (2015) statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial dikategorikan menjadi dua yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik.
Statistik Parametrik
Statistik parametrik merupakan statistik yang menuntut terpenuhinya asumsi dasar statistik (asumsi normalitas, asumsi linieritas, asumsi homogenitas, dll).
Statistik Non Parametrik
Statistik non parametrik tidak menuntut terpenuhinya asumsi dasar statistik. Statistik non parametrik merupakan statistik yang model uji statistiknyan tidak menetapkan syarat-syarat tertentu tentang bentuk distribusi parameter populasinya.

Langkah-langkah Analisis Data
Berikut merupakan angkah-langkah analisis data menurut Wagiran (2014:328).
Coding
Dalam tahap ini seorang peneliti memberi kode pada setiap variabel atau item dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitiannya. Tahap ini dilakukan untuk mempermudah peneliti melakukan rekapitulasi data yang telah terkumpul serta mendeteksi kesalahan pemasukan data.
Scoring
Pemberian skor dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan tujuan penelitian dan alat yang digunakan dalam analisis. Misalnya pada skoring angket skor 4 untuk sangat setuju, 3 untuk setuju, 2 untuk tidak setuju, dan 1 untuk sangat tidak setuju.
Tabulating
Tabulasi dimaksudkan untuk melakukan rekap skoring dari masing-masing variabel hingga siap untuk dianalisis lebih lanjut
Analisis Deskriptif
Analisis ini untuk mengetahui lebih lanjut karakteristik masing-masing variabel dengan melakukan representasi data penelitian.
Uji asumsi klasik atau uji prasyarat analisis
Uji asumsi ini dapat berupa uji Normalitas data, Linieritas, Homoskedastisitas, Multikolonearitas atau singularitas
Inferensial analisis
Analisis inferensial merupakan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan-penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data itu diambil (populasi).

Referensi

Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati Wagiran. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.

Mixed Methods Research (Metode Penelitian Campuran)


 Pengertian Mixed Methods Research
Mixed methods research atau penelitian campuran merupakan penelitian gabungan dari Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Menurut Creswell (2012), “mixed methods research is an approach to inquiry that combines or associated both qualitative quantitative form of research”. Hal tersebut menunjukkan bahwa mixed methods atau metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif.
Berikut merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu dalam merancang prosedur-prosedur mixed methods research (Creswell, 2012)
Timing (waktu)
Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti harus tahu apakah data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bertahap atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. Ketika data dikumpulkan secara bertahap maka harus ditentukan data apa saja yang harus didahulukan. Hal ini tergantung pada tujuan penelitian. Bila data kualitatif dikumpulkan pertama, tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik dengan cara mengamati partisipan di lokasi penelitian. Setelah itu peneliti memperluas pemahamannya melalui tahap kedua, yaitu data kuantitatif, di mana data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (biasanya sampel dari populasi). Ketika data dikumpulkan secara konkuren, berarti data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan pada waktu yang sama dan pelaksanaannya serempak. Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersaman dianggap paling efektif karena tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pengumpulannya.
Weigting (bobot)
Bobot yang dimaksud dalam merancang prosedur mixed methods adalah prioritas yang diberikan antara metode kuantitatif atau kualitatif. Dalam studi tertentu bobot dapat sama atau seimbang. Dalam beberapa penelitian lain mungkin lebih menekankan pada satu metode. Penekanan pada satu metode tergantung dari kepentingan peneliti, keinginan pembaca dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti.
Mixing (campuran)
Mencampur berarti data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum, dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain atau dikombinasikan dengan beberapa cara. Dua data bisa saja ditulis secara terpisah namun keduanya tetap dihubungkan satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung secara statistik dan membandingkan hasil penghitungan ini dengan data kuantitatif deskriptif. Dalam hal ini pencampuran menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan data kualitatif. Atau dalam hal lain, peneliti tidak menggabungkan dua jenis metode penelitian yang berbeda tetapi sebaliknya peneliti justru tengah menancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian.
Teorizing (teori)
Faktor terakhir yang perlu diperhatikan dalam merancang mixed method adalah perspektif teori apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/tahap penelitian. Perspektif ini bisa berupa teori ilmu-ilmu sosial atau perspektif-perspektif teori lain yang lebih luas. Dalam mixed methods research, teori biasanya muncul dibagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan, siapa yang berpartisipasi dalam penelitian, bagaimana data dikumpulkan dan implikasi-implikasi apa yang diharapkan dari penelitian.

Tujuan Mixed Methods Research
Tujuan mixed methods research adalah untuk menemukan hasil penelitian yang lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan salah satu pendekatan saja, misalnya menggunakan pendekatan kuantitatif saja atau dengan pendekatan kualitatif saja). Dengan menggunakan metode ini akan diperoleh data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Metode ini digunakan untuk menangani tingkatan yang berbeda dalam satu sistem. Temuan dari setiap tingkatan dipadukan untuk merumuskan interpretasi menyeluruh.

Strategi Mixed Methods Research
Berikut merupakan enam macam strategi dalam mixed methods research (Creswell, 2012).
Strategi Eksplanatoris Sekuensi
Pada strategi ini terjadi pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama diikuti oleh pengumpulan data dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif.
Strategi Eksploratoris Sekuensi
Strategi ini melibatkan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama, yang kemudian diikuti oleh pengumpulan data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan hasil tahap pertama. Fokus utama dalam strategi ini adalah mengeksplorasi suatu fenomena.
Strategi Transformatif Sekuensial
Pada strategi ini terdapat proyek dua tahap dengan prespektif teoritis tertentu (seperti gender, ras, teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. Startegi proses pencampuran terjadi ketika peneliti menggabungkan antara dua metode penelitian, seperti yang telah dijelakan sebelumnya.
Strategi Triangulasi Konruen
Pada strategi ini peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu, kemudian membandingkan kedua database tersebut untuk mengetahui apakah ada konvergensi, perbedaan-perbedaan atau beberapa kombinasi. Pencampuran pada strategi ini terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Pencampuran tersebut dilakukan dengan melebur dua data penelitian menjadi satu atau dengan mengintegrasikan atau mengkomparasikan hasil dari kedua data tersebut.
Strategi Embedded Konruen
Perbedaan strategi ini dengan strategi sebelumnya adalah startegi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur penelitian. Metode sekunder yang kurang diproritaskan  ditancapkan ke dalam metode yang lebih dominan. Dalam strategi ini pencampuran dua data terjadi ketika peneliti membandigkan sumber data yang satu dengan yang lain. Pada umunya pencampuran ini muncul pada pembahasan penelitian.
Strategi Transformatif Konruen
Pada strategi ini terjadi pengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara serempak serta didasarkan pada prespektif teoritis tertentu. Proses pencampuran dalam strategi ini terjadi ketika peneliti melebur, menguhubungkan dua data yang berbeda.

Prosedur Pengumpulan Data Mixed Methods Research
Prosedur pengumpulan data mixed methods research penting untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data, seperti mengidentifikasi dan menentukan jenis data baik kuantitatif maupun kualitatif yang dikumpulkan selama penelitian; mengetahui data kualitatif, karena sering dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel; dan dapat digeneralisasikan pada populasi secara luas. Tipologi lima sampling mixed methods research, yaitu:
Strategi dasar, di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (startified purposeful sampling dan porposive random sampling).
Sampling sekuensial, di dalamnya tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua.
Sampling konkuren, di dalamnya probabilitas kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling independen atau diterapkan secara bersamaan seperti instrumen survei dengan respons tertutup dan respons terbuka.
Sampling multilevel, di dalamnya sampling yang diterapkan pada dua atau lebih unit analisis.
Sampling kombinasi, yang menerapkan bentuk kombinasi dengan strategi-strategi metode campuran sebelumnya.

Analisis Data Mixed Methods Research
Analisis data dalam mixed methods research sangat berkaitan dengan strategi yang dipilih. Analisis data dapat dilakukan berdasarkan pendekatan kuantitatif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferensial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambaran secara tematik), atau antara dua pendekatan ini. Berikut merupakan beberapa analisis data mixed methods research.
Transformasi data
Mengeksplorasi outlier-outlier
Membuat instrumen
Menguji level-level ganda
Membuat matriks/tabel.

Referensi
 John W. Creswell. 2012. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif & Mixed Methods. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Nugroho Ponco. PENELITIAN CAMPURAN KUANTITATIF-KUALITATIF
 DISAIN EMBEDED. https://www.scribd.com/doc/138729437/RANGKUMAN-Review-Mixed-Methods-Research-copy (diakses pada tanggal 25 November 2015).

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Pengertian Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu faktor penting untuk tercapainya keberhasilan dalam penelitian. Menurut Wagiran (2015: 229) teknik dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa macam antara lain observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi.

Berbagai Macam Teknik Pengumpulan Data

Macam-macam Teknik Pengumpulan Data

Observasi
Observasi meliputi kegiatan pengamatan dan pencatatan pola perilaku orang, objek dan kejadian dalam suatu cara sistematis untuk mendapatkan informasi tentang fenomena-fenomena yang diamati (Wagiran, 2015:235). Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila: (1) sesuai dengan tujuan penelitian, (2) direncanakan dan dicatat sistematis, (3) dapat dikontrol reliabilitas dan validitasnya.
Jenis-jenis observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan-nonpartisipan, observasi tersembunyi-terang-terangan, observasi berstruktur-tidak berstruktur.

Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara disebut interviewer, sedangkan orang yang diwawancarai disebut interviewee. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi dari sumber yang diwawancarai. Wawancara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Dalam wawancara terstruktur pewawancara telah mempersiapkan sederetan pertanyaan yang nantinya akan diberikan kepada interviewee.

Angket
Angket merupakan sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.

Dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dukumen-dokumen. Keuntungan menggunakan dokumentasi adalah biaya relatif sedikit, waktu dan tenaga lebih efisien. Sementara itu kelemahannya, data yang diperoleh dengan dokumentasi cenderung sudah lama, dan kalau ada bisa jadi salah cetak, maka peneliti ikut salah pula dalam mengambil data. Selain itu data-data yang dikumpulkan dengan dokumentasi cenderung merupakan data sekunder.

Tes
Tes adalah serentetan peranyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu maupun kelompok.

Menentukan dan Memilih Teknik Pengumpulan Data
Secara garis besar penentuan teknik pengumpulan data dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
(1)   Tujuan penelitian. Hal ini akan menentukan jenis dan macam variabel yang ikut menentukan metode apa yang tepat untuk mengumpulkan datanya.
(2)   Sampel penelitian. Apabila sampelnya besar tentu akan lebih cocok menggunakan angket daripada wawancara.
(3)   Karakteristik responden. Bila sampelnya petani dengan pendidikan rendah akan lebih cocok menggunakan wawancara daripada angket.
(4)   Lokasi. Bila lokasi penelitian luas maka lebih cocok dengan menggunakan angket.
(5)   Pelaksana. Bila respondennya sedikit dan pelaksana relatif banyak akan lebih cocok dengan wawancara atau observasi.
(6)   Biaya dan waktu. Walaupun hasilnya akan lebih baik bila dilakukan wawancara atau observasi, namun dengan keterbatasan peneliti harus puas hanya dengan angket.
(7)   Data. Jika diinginkan hasil yang lebih dalam, wawancara merupakan teknik yang cocok.

Referensi
Wagiran. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.



Senin, 23 November 2015

Metodologi Penelitian Pendidikan: Teknik Sampling

Teknik Sampling
Venti Indiani | 15709251057

Teknik sampling merupakan salah satu tahapan yang penting dalam penelitian. Pada tahap ini peneliti mengadakan observasi yang digunakan untuk menyimpulkan sesuatu dari sebuah populasi. Akan tetapi dalam prosesnya banyak terdapat kendala baik waktu, tenaga, dan biaya. Maka untuk meminimalisir kendala tersebut dilakukanlah teknik sampling. Teknik sampling merupakan cara untuk mengambil bagian dari populasi yang telah ditentukan (Wina, 2013:228). Jika berbicara mengenai teknik sampling tentu tidak terlepas dari populasi dan sampel. Populasi merupakan keseluruhan objek yang akan diteliti. Sementara itu sampel adalah subset dari populasi. Secara garis besar teknik sampling dibedakan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Non Probablity Sampling.
 
Macam-macam Teknik Sampling

Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Fraenkel dalam Wina (2013: 228), “population is the group of interest to the researcher, the group to whom the researcher would like to generalize the result of study.” Jadi populasi merupakan suatu kelompok yang menjadi perhatian peneliti, kelompok yang berkaitan dengan untuk siapa generalisasi hasil penelitian berlaku. Sementara itu sampel merupakan sebagian dari populasi yang diambil sebagai representative dari populasi, artinya sampel yang diambil harus mewakili populasi.

Ilustrasi Populasi dan Sampel


Tahapan Proses Sampling
Mendefinisikan karakteristik populasi yang ingin diteliti
Menentukan sampling frame / kerangka sampling, set / kumpulan item atau kejadian yang mungkin diukur
Menentukan metode sampling untuk memilih item atau kejadian dari kerangka / frame
Menghitung ukuran sample
Melaksanakan sampling berdasarkan perencanaan yang dibuat
Pengambilan sampling dan data
Mereview proses sampling

  
Teknik Pengambilan Sampel
Secara garis besar teknik sampling dibedakan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Non Probablity Sampling. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing jenis teknik sampling.

Probability Sampling
Probability sampling adalah metode sampling dimana setiap elemen populasi memiliki peluang dipilih menjadi sampel, dan nilai peluang dapat diukur secara akurat. Probability sampling dibagi menjadi beberapa jenis sampling, yaitu:

Simple Random Sampling
Menurut Wagiran (2013: 201) Simple Random Sampling adalah suatu cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi.
Contoh kasus :
1) Bila jumlah populasi sedikit, bisa dilakukan dengan cara mengundi "Cointoss".
2) Tetapi bila populasinya besar, perlu digunakan label "Random Numbers" yang prosedurnya adalah sebagai berikut: (1) Misalnya populasi berjumlah 300 (N=300). (2) Tentukan nomor setiap unit populasi (dari 1 s/d 300 = 3 digit/kolom).  (3) Tentukan besar sampel yang akan diambil. (Misalnya 75 atau 25 %) (4) Tentukan skema penggunaan label random numbers (Misalnya dimulai dari 3 kolom pertama dan baris pertama) dengan menggunakan tabel random numbers. (5) Tentukan unit mana yang terpilih, sebesar sampel yang dibutuhkan, yaitu dengan mengurutkan angka-angka dalam 3 kolom pertama, dari atas ke bawah, setiap nomor ≤ 300, merupakan nomor sampel yang diambil (100, 175, 243, 101), bila ada nomor ≥ 300, tidak diambil sebagai sampel (N = 300). Jika pada lembar pertama jumlah sampel belum mencukupi, lanjutkan kelembaran berikutnya, dan seterusnya. Jika ada nomor yang serupa dijumpai, di ambil hanya satu, karena setiap orang hanya mempunyai 1 nomor identifikasi.


Systematic Random Sampling
Menurut Wagiran (2013: 202) Systematic Random Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut.
Misalnya, setiap pasien yang ke tiga yang berobat ke suatu Rumah Sakit, diambil sebagai sampel (pasien No. 3,6,9,15) dan seterusnya.
Cara ini dipergunakan bila ada sedikit Stratifikasi Pada populasi.
Keuntungan: (1) Perencanan dan penggunaanya mudah. (2) Sampel tersebar di daerah populasi.
Kerugian: Membutuhkan daftar populasi.

Stratified Random Sampling
Teknik Stratified Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. Metode ini proses 2 langkah dimana populasi dibagi menjadi sub populasi/tingkatan. Dalam metode ini peneliti harus mengetahui bahwa dalam populasi ada strata, kelas, atau lapisan.
Contoh:
Kita meneliti keadaan gizi anak sekolah Taman Kanak-kanak di Kota Madya Medan (≥ 4-6 tahun). Karena kondisi Taman Kanak-kanak di Medan sangat berbeda (heterogen) maka buatlah kriteria yang tertentu yang dapat mengelompokkan sekolah Taman Kanak-kanak ke dalam 3 kelompok (A = baik, B = sedang, C = kurang). Misalnya untuk Taman Kanak-Kanak dengan kondisi A ada : 20 buah dari 100 Taman Kanak-Kanak yang ada di Kota Madya Medan, kondisi B = 50 buah C = 30 buah. Jika berdasarkan perhitungan besar sampel, kita ingin mengambil sebanyak 25 buah (25%), maka ambilah 25% dari masing-masing sub populasi tersebut di atas.
Cara pengambilan sampel 5 Kelompok A, 12-13 Kelompok B, dan 7 . 8.
Kelompok C adalah secara random karena sub populasi sudah homogen.
Keuntungan: (1) Taksiran mengenai karakteristik populasi lebih tepat.
Kerugian: (1) Daftar populasi setiap strata diperlukan. (2) Jika daerah geografisnya luas, biaya transportasi tinggi.

Multiple Stage Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel, bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional (wagiran,2012).
Contoh:
Proses pengambilan sampel dilakukan bertingkat, baik bertingkat dua maupun lebih. Misalnya: provinsi à kabupaten à Kecamatan à desa à Lingkungan à KK. Misalnya kita ingin meneliti Berat badan dan Tinggi badan murid SMA. Sesuai kondisi dan perhitungan, maka jumlah sampel yang akan diambil ± 2000
Cara ini dipergunakan bila populasinya cukup homogen, jumlah populasi sangat besar, populasi menempati daerah yang sangat luas, biaya penelitian kecil
Keuntungan: (1) Biaya transportasi kurang
Kerugian: (1) Prosedur estimasi sulit. (2) Prosedur pengambilan sampel memerlukan perencanaan yang lebih cermat.

Claster Random Sampling
Teknik Claster Random Sampling digunakan untuk menentukan sampel bila objek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk suatu negara, propinsi, atau kabupaten (Wagiran, 2012).
Contoh:
Misalnya ingin meneliti gambaran karakteristik (umur, suku, pendidikan dan pekerjaan) orang tua mahasiswa FK USU. Mahasiswa FK dibagi dalam 6 tingkat (I s/d VI). Pilih secara random salah satu tingkat (misal tingkat II). Maka orang tua semua mahasiswa yang berada pada tingkat II diambil sebagai sampel (Cluster).
Keuntungan: (1) Tidak memerlukan daftar populasi. (2) Biaya transportasi kurang
Kerugian: (1) Prosedur estimasi sulit.


Non Probablity Sampling
Non Probablity Sampling merupakan metode sampling yang tidak dapat ditentukan dengan akurat peluang terpilihnya elemen populasi. Metode ini menitikberatkan pada asumsi pemilihan elemen terkait dengan fokus populasi, yang kemudian mempengaruhi kriteria pemilihan sampel. Pada metode ini tidak dapat dihitung estimasi kesalahan sampling karena pemilihan sampel tidak random. Contoh: Sekelompok mahasiswa melakukan wawancara pada tiap orang yang pertamakali membuka pintu di suatu perumahan. Pada rumah yang berpenghuni lebih dari satu maka yang terjadi adalah non probability sample, karena akan ada lebih dari satu orang yang mungkin membuka pintu, dan sangat sulit menghitung probabilitasnya.

Quota Sampling
Pada teknik ini peneliti menentukan jumlah responden sebagai sampel. Mereka menemui dan mengambil data yang diperlukan, sampai jumlah yang ditentukan tercapai. Misalnya seorang peneliti menentukan sampel sebesar 100 maka peneliti dapat memilih sampel secara bebas sesuai dengan karakteristik yang ditentukan sebanyak 100 orang.

Convenience Sampling
Dalam teknik ini yang dijadikan sampel adalah orang atau benda yang mudah ditemui atau berada pada ruang dan waktu yang tepat, serta mudah dijangkau.

Purposive Sampling
Dalam teknik ini pengambilan sampel dilakukan hanya atas dasar pandangan atau pertimbangan dari  penelitinya saja dengan tujuan tertentu. Dengan syarat bahwa sampel telah dianggap mewakili populasi yang ditetapkan. Contoh: peneliti memilih guru-guru tertentu untuk mendapatkan model pembelajaran yang sesuai.

Sampling Jenuh
Sampling Jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering digunakan karena jumlah populasi relatif kecil (kurang dari 30 orang).

Snowball Sampling
Menurut Wagiran (2013: 210) tujuan utama dari teknik ini adalah untuk menafsirkan karateristik yang jarang terjadi dalam populasi. Dikatakan snowball karena seorang peneliti menentukan seseorang untuk menjadi sampel atas dasar rekomendasi seseorang yang telah menjadi sampel sebelumnya. Misalnya peneliti menentukan A sebagai sampel. Kemudian A merekomendasikan B dan C sebagai sampel. Setelah dilakukan wawancara C merekomendasikan E dan F sebagai sampel, begitu seterusnya.


Referensi:
Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati
Wagiran. 2013. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.
Wina Sanjaya. 2013. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur.Jakarta: Kencana.
Nasution. Teknik Sampling. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara. (http://library.usu.ac.id/download/fkm/fkm-rozaini.pdf)

http://aeunike.lecture.ub.ac.id/files/2013/11/6-Metode-Sampling.pdf