Minggu, 06 Desember 2015

Filsafat Ilmu: REFLEKSI 14 Aku Terjebak Mitos Sang Begawat


Aku Terjebak Mitos Sang Begawat
Venti Indiani | 15709251057

Assalamualaikum wr wb

Berikut merupakan refleksi dari pertemuan ke sepuluh perkuliahan Filsafat Ilmu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. hari Selasa, 1 Desember 2015 pukul 11.10 - 12.50 WIB di R. 305B Gedung Lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta. Pada perkuliahan yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A ini dilakukan dalam dua sesi, yaitu sesi tes jawab singkat dan yang kedua sesi penjelasan dari soal tes jawab singkat.

Berikut merupakan soal tes jawab singkat yang diberikan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Idealnya realis?
Realisnya ideal?
Tetapnya perubahan?
Berubahnya ketetapan?
Fatanya vital?
Vitalnya fatal?
Dewanya dagsa?
Daksanya dewa?
Intensifnya ekstensif?
Ekstensifnya intensif?
Linearnya siklik?
Sikliknya lineal?
Lampaunya sekarang?
Sekarangnya masa lampau?
Sama datangnya sekarang?
Sekarangnya masa yang akan datang?
Awalnya akhir?
Akhirnya awal?
Analitiknya sintetik?
Sintetiknya analitik?
Apriorinya aposteriori?
Aposteriorinya apriori?
Rasionalnya pengalaman?
Pengalamannya rasional?
Identitasnya kontradiksi?
Kontradiksinya identitas?
Harmoninya disharmoni?
Disharmoninya harmoni?
Idealnya ideal?
Realnya real?
Tetapnya tetap?
Berubahnya perubahan?
Fatalnya fatal?
Vitalnya vital?
Dewanya dewa?
Daksanya daksa?
Intensifnya intensif?
Ekstensifnya ekstensif?
Linearnya lineal?
Sikliknya siklik?
Lampaunya lampau?
Sekarangnya sekarang?
Masa depannya masa depan?
Awalnya awal?
Akhirnya akhir?
Analitiknya analitik?
Sintetiknya sintetik?
Apriorinya apriori?
Aposteriorinya aposteriori?
Rasionalnya rasional?
Pengalamanya pengalaman?
Identitasnya identitas?
Kontradiksinya kontradiksi?
Harmoninya harmoni?
Disharmoninya disharmoni?

Dari 55 soal yang diberikan, semua mahasiswa mendapatkan nilai 0. Artinya tak ada satu pun soal yang kami jawab dengan benar. Betapa terkejutnya kami ketika Prof Marsigit mengatakan bahwa sejatinya kami telah terjebak oleh mitos-mitos Prof Marsigit. Filsafat tidak mengenal ujian jawab jawab singkat. Sejatinya makna atau esensi dari tes jawab singkat hanyalah untuk mengenalkan filsafat bagi para awam yang sedang akan belajar mengenal filsafat. Filsafat bukanlah ketika kita mampu menjawab soal tes jawab singkat. Filsafat adalah kemampuan kita menjelaskan. Berkaitan dengan soal nomor satu mengenai IDEALNYA REALIS, Prof Marsigit mengemukakan bahwa filsafat adalah membaca. amaka dunia dapat terangkai dari satu ikon yaitu ideal, untuk memunculkan ilmu maka ideal dan realis dipersatukan mejadi satu. Itulah apa yang disebut dengan idealnya realis. Sejatinya penjelasan apa itu idealnya realis yang merupakan filsafat.
Jika kita sadari adanya tes jewab singkat ibarat pisau yang mempunyai dua sisi yang berbeda. Pada satu sisi bernilai positif dan sisi yang lain bernilai negatif. Seperti inilah jika kita menilai filsafat dari metode reduksi tes jawab singkat sebagai ikon, dimana memiliki bahaya yang luar biasa, sebab filsafat itu elegan yang mengandung penjelasan logis sehingga dapat dipahami oleh orang awam sekalipun. Pada soal tes jawab singkat yang diberikan sejumlah 55 soal dibagi menjadi dua bagian. Nomor 1-28 merupakan kontradiksi sementara nomor 28 ke bawah adalah identitas. Namun lagi-lagi berfilsafat bukanlah mengenai jawaban apa yang benar, namun lebih kepada kemampuan kita menjelaskan.
Setelah menunjukkan maksud dari tes jawab singkat, kemudian dibahas beberapa nomor dari soal untuk dijelaskan. Dimulai dari nomor satu mengenai IDEALNYA REALIS. Inti dari soal ini adalah tentang realis. Jika kita mempelajari tentang realis dari semua sumber maka sesungguhnya kita tidak akan pernah tahu apa realis itu. Sebenar-benar filsafat adalah olah pikir yang terus menerus serta membaca sumber-sumber relevan. Realis ada di luar pikiran. Apa yang ada di luar pikiran itu tidak ada yang ideal. Di dunia ini tidak ada yang sempurna, sebagai contoh sudut lancip yang menurut dunia itu ada tetapi sesungguhnya tidak ada. Salah satu fakta yang bisa dilihat adalah  jarum, dimana menurut penglihatan atau realita ujungnya berbentuk lancip, tetapi sesunggunya jika ujung tersebut diperbesar maka bukanlah lancip tetapi sebuat lingkaran besar yang biasa disebut atom yang memiliki lintasan siklik. Jadi lancip itu hanya ada di pikiran.
Soal nomor dua mengenai REALISNYA IDEAL. Contohnya seorang manusia secara ideal akan menikah maka ketika sudah menikah itulah realitanya. Proses inilah yang disebut idealis di realiskan atau realisasinya ideal. Kemudian berkaitan dengan soal nomor tiga mengenai TETAPNYA PERUBAHAN Contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari yaitu tetapnya pertumbuhan badan (badan tetap mengalami perubahan baik itu berkembang/menyusut sementara badan sendiri mengalami perubahan). Oleh karena itu, manusia berada dalam wadah yang tetap dalam perubahan, dan apabila tidak berubah menyebabkan ketidakstabilan bahkan kehancuran. Soal ke empat mengenai BERUBAHNYA YANG TETAP, salah satu contohnya adalah batalnya perjanjian. Perjanjian merupakan suatu yang tetap. Maka ketika di batalkan maka ketetapan tersebut mengalami perubahan. Soal berikutnya tentang VATALNYA FITAL. Lalu apakah vital itu takdirnya? Untuk memandang hal ini maka tentu berdimensi. Jika ditinjau dari sisi spiritual maka tentu ikhtiar adalah takdir. Takdir dan ikhtiar berarti doa dan usaha. Jadi vatalnya fital adalah doanya berusaha. Maka inilah cara untuk mencapai keseimbangan atau harmoni. Soal berikutnya tentang FATALNYA VITAL. Hal tersebut dapat diartikan sebagai ikhtiarnya takdir (doa). Apakah doa itu perlu diikhtiarkan? Tentu perlu. Hal ini dapat dilakukan misalkan sengan ikut sholat berjamaah, belajar bagaimana cara berdoa, dan lain sebagainya. Pembahasan berikutnya mengenai DAKSANYA DEWA. Jika membahas ini berarti kita sadari bahwa ini adalah dunia dewa yang berstruktur yang terdiri atas dewanya subjek dan dewanya objek. Sebagai contoh jika dosen-dosen di UNY merupakan  para dewa maka tentu ada struktur dewa didalamnnya yang membedakan dosen (dewa) yang satu dengan yang lain jika dilihat dari sisi pangkat atau jabatan. Inilah yang disebut daksanya dewa. Selanjutnya dijelaskan tentang INTENSIFNYA EKSTENSIF. Ekstensif merupakan suatu keluasan. Sementara intensif adalah sedalam-dalamnya. Jadi dalam mendalami filsafat tidak hanya disini tetapi disitu, diberbagai tempat, ini berarti bahwa dalam berpikir sejatinya dapat dilakukan kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi apapun. Soal selanjutnya yaitu mengenai EKSTENSIFNYA INTENSIF. Sedalam-dalamnya segala sesuatu adalah ontology atau isi dan wadah. Jika dinaikan menjadi bakal konsep maka jika diekstensifkan konsep 1 dan konsep 2 akan berstruktur. Inilah bentuk ekstensif dari intensif. Kemudian dibahas tentang LINEARNYA SIKLIK. Siklik berarti lingkaran yang jari-jarinya tak berhingga sehingga membentuk garis lurus. Contoh yang dapat menggambarkan ini adalah pesawat terbang ketika mengudara. Sejatinya lintasan dari pesawat terbang tersebut tidaklah selalu lurus (meskipun sebagai penumpang kita merasa bahwa pesawat bergerak lurus) tetapi pesawat tersebut juga terkadang berbelok sehingga membentuk lintasan siklik. Selanjutnya pertanyaan dari Sdr. Heru Tri Novi R tentang HARMONINYA HARMONI. Harmoni merupakan keadaan ideal dan seimbang. Sebagai contoh gamelan jawa itu harmoni sebab musiknya saling seimbang. Harmoni itu sendiri itu berstruktur dan berdimensi yang terdiri atas struktur atas unsur-unsur yang harmoni. Sebagai contoh, badan manusia terdiri atas bagian yang harmoni, dan setiap unsur badan seperti darah dan lain sebagainya terdiri atas unsur yang harmoni pula. Pertanyaan kedua dari Sdri. Venti Indiani mengenai DEWANYA DEWA. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dewa ini berstruktur. Misalnya makro kosmos dewanya mikro kosmos. Dewanya makro kosmospun ada yang bersifat refrensial, intuisi dan analogis. Kakak adalah dewa bagi adik, ayam adalah dewa bagi cacing. Contoh tersebut disajikan secara analogis. Oleh karena itu filsafat dikenal dengan bahasa analog. Pembahasan selanjutnya mengenai LAMPAUNYA LAMPAU. Sebagai contohnya Prof Marsigit mengilustrasikan dengan ketika beliau ditelepon pada waktu lampau. Maksud ditelepon masa lampau disini adalah beliau berbicara melalui saluran telepon dengan  seseorang tentang masa lampau yang membahas tentang kehidupan masa lalu. Kondisi yang sama dengan bagaimana mengetahui waktu yang akan datang, salah satu contoh yang diberikan adalah  USG yang tujuannya untuk mengetahui jenis kelamin seorang anak, dimana idealnya akan diketahui setelah lahir akan tetapi dengan alat tersebut bisa diketahui dari sekarang. Selanjutnya pertanyaan dari Sdri. Fauziah Artanti mengenai AKHIRNYA AKHIR. Contoh kasusnya perkuliahan ini berakhir dan kuliah di UNY pasti berakhir. Namun yang menjadi pertanyaan adalah kapan akhiran itu? Maka untuk menjawaban hal ini diperlukan olah pikir yang diungkapan dalam bahasa verbal. Sebagai contoh ketika kita menempuh perjalanan dari kamar menuju kampus maka sebenarnya kita mencoba menempuh setengah demi setengah perjalanan tanpa tahu kapan batasnya. Melalui analogi ini maka ada sebuah kesimpulan bahwa orang tidak pernah sampai pada tujuan. Oleh karena itu, kita tidak akan pernah tahu berakhirnya kapan. Maka akhir yang kita pikirkan sekarang ini, secara spiritual merupakan kiamat yang merupakan akhir dari segala akhir, dimana manusia tidak mampu memikirkannya sebab ini merupakan kekuasaan Allah SWT. Jika kita melihat melalui strukturnya tentu bahwa akhir itu terdiri atas struktur-sruktur akhiran juga, misalkan akhir perkuliahan, akhir perjalanan, akhir acara, dan seterusnya. Selanjutnya dibahas mengenai APRIORINYA APOSTERIORI. Aposteriori adalah paham sesudah melihat, mendengar, dan lain sebagainya. Jadi apriori aposteriori adalah memikirkan pengalaman. Sejatinya sebenar-benar hidup adalah memikirkan pengalaman dan menerapkan pikiran. Selanjutnya mengenai KONTRADIKSINYA KONTRADIKSI. Kontradiksi dibuat agar kita bisa berpikir. Jika kita mencermati dalam kehidupan sehari-hari maka sebenatnya ilmu pengetahuan lahir dari kontradiksi, dari kontradiksi tersebut maka memacu kita untuk berpikir mencari jalan keluar dari apa yang kontradiksi tersebut.

Setelah perkuliahan sampailah saya pada kesimpulan bahwa tes jawab singkat bukanlah cara belajar filsafat. Karena sejatinya tes jawab singkat semata-mata untuk mengenalkan filsafat bagi para pemula. Yang penting dari filsafat bukanlah jawaban dari tes jawab singkat namun lebih kepada bagaimana kemampuan kita untuk menjelaskan. Selama ini kami terlena dan terhanyut pada mitos-mitos pada tes jawab singkat. Semoga selanjutnya bertambah kewaspadaan kita terhadap mitos-mitos yang ada.

Wassalamualaikum wr wb.

Penelitian Kualitatif

Analisis Data Penelitian Kualitatif
Selasa, 1 Desember 2015 | R.PPG Lab FMIPA UNY

Menurut Sugiyono (2008) penelitian kualitatif merupakan suatu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan cara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi.

Karakteristik Penelitian Kualitatif
Penelitian Kualitatif memiliki beberapa karakteristik. Berikut merupakan karakteristik dari penelitian kualitatif.
--> Setting alamiah atau wajar
Cara memperoleh informasi dengan berbicara langsung kepada orang (narasumber) dan melihat mereka bertingkah laku dalam konteks natural alamiah.
--> Peneliti sebagai instrumen utama
Peneliti mengumpulkan sendiri data melalui dokumentasi, observasi perilaku, atau wawancara dengan para partisipan.
--> Pendekatan kualitatif bersikap deskriptif
--> Pendekatan lebih menekankan pada proses daripada hasil
Pendekatan kualitatif tidak semata-mata melihat pada hasil, namun sangat mempertimbangkan proses.
--> Analisis data secara induktif
peneliti membangun pola-pola, kategori-kategori, dan tema-temanya dari bawah keatas (induktif). Proses induktif mengilustrasikan usaha peneliti dalam mengelola secara berulang-ulang tema-tema dan datebase penlitian hingga peneliti berhasil membangun serangkaian tema yang utuh.
--> Makna adalah esensial dalam penelitian kualitatif
--> Laporan bernada studi kasus

Kegiatan yang Dapat Dilakukan Peneliti Saat Memasuki Lapangan
Memasuki organisasi
Menemui publik
Menemui pribadi yang bersangkutan

Ada Berbagai Teknik Pengambilan Sampel pada Penelitian Kualitatif
Accidental sampling
Purposive sampling
Quota sampling
Snow-ball sampling, wawancara berakhir jika data sudah jenuh. Jenuh artinya jika informasi yang didapat hampir seragam itu-itu saja.

Cara pengumpulan data yang lain
Pengamatan atau Observasi
Wawancara mendalam “indepth interview”
Kuesioner
Dokumentasi
Triangulasi (teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang sudah ada)

Analisis data Penelitian Kualitatif
--> Reduksi data
Reduksi data merupakan proses berpikir sensitive yang memerlukan kecerdasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi dapat mendiskusikan pada teman, atau orang lain yang dipandang ahli. Mereduksi data berarti merangum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola serta membuang yang tidak perlu.
--> Penyajian data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dapat dilakukan melalui table, grafik, phie chart, pictogram dan lain-lain. Melalui penyajian data tersebut maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.
--> Verifikasi dan penarikan kesimpulan
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif diharapkan adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang telah ditentukan diawal, tetapi mungkin juga tidak, karena penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.

Referensi untuk teknik analisis data
Milles & Huberman à reduksi, dipslay, verifikasi/penyimpulan
Bogdan & Bliken à display, sub-theme, hubungan inter-sub-theme-verifikasi/penyimpulan

Referensi
Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati

Sugiyono. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV. Alfabeta. 

Selasa, 01 Desember 2015

Queen of The South Resort Yogyakarta #ExploreJogja

Pantai Parangtritis. Sewaktu saya kecil, tempat ini jadi salah satu tempat yang wah bagi saya. Maklum, tempat tinggal saya jauh dari pantai. Jadi sekali diajak liburan ke pantai berasa senangnya minta ampun. Namun kini, nampaknya Parangtritis mulai kalah pamor dengan pantai-pantai berpasir putih yang ada di daerah Gunungkidul. Pantai pasir putih dianggap lebih menawan nampaknya untuk menjadi destinasi liburan maupun sekedar berfoto ria. Eits tapi tunggu dulu. Ada spot di Pantai Parangtritis yang menurut saya bener-bener Heaven on Earth. Temen-temen bisa melihat Pantai Parangtritis dari atas bahkan bisa sambil berenang. Ada yang sudah tau? Yup betul, nama tempatnya Queen of The South Resort Yogyakarta. Resort ini nampaknya sudah lumayan lama berdiri, tapi saya baru kesampaian ke sana beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Agustus 2015.

Beberapa bulan yang lalu sebelum kembali masuk ke rutinitas anak sekolahan, pengennya cari tempat main yang foto-able tapi ngga jauh-jauh dari kota Jogja. Hehe. Nah akhirnya tempat ini lah yang jadi pilihannya. Pas sampai sana reflek aja senyum-senyum sendiri. Tempatnya bener-bener nyaman dan teduh, pemandangannya bagus banget, dan ngga terlalu ramai jadi buat temen-temen yang hobi foto-foto bisa leluasa banget. Mungkin banyak sih tempat-tempat seperti itu, tapi ngga kebayang tempat kaya gini ada di sekitar Parangtritis. Nah untuk masuk ke Queen of The South Resort Yogyakarta untuk sekedar foto-foto dan berenang tanpa menginap temen-temen cukup mengeluarkan uang Rp 75.000. Relatif agak mahal sih, tapi rasanya kebayar kok sampai sana.

Queen of The South Resort


Nah foto di atas diambil di depan president room. Jadi buat yang mau ada acara bareng temen-temen atau honeymoon mungkin buat yang udah berkeluarga kayanya recommended untuk menginap di situ. Karena langsung menghadap ke pantai dan di depannya dilengkapi fasilitas kolam renang pribadi. Mantap euy.

Nah ketika agak sore menjelang sunset saya rasa ini spot favoritnya. Namun sayangnya ketika sore menjelang sunset dateng, akan banyak pengunjung yang dateng untuk berenang sambil menikmati sunset. Jadi mungkin agak susah untuk mengambil fokus foto. Daaan setelah bersabar ria akhirnya ini lah foto yang berhasil saya ambil bareng teman lama saya (keliatan kan ada orang nyempil di foto yang lagi di kolam? hehehe).



Sunset di Queen of The South Resort


Sebenernya masih banyak spot yang bagus-bagus. Tapi karena keasikan menikmati kesyahduan tempatnya, jadi ngga banyak deh foto-fotonya hehe. Kalau ada waktu coba deh main-main ke sini. Jangan lupa bawa kamera yaa. Rugi kalau ngga foto-foto. Semoga bermanfaat. Salam, Indi. 



Senin, 30 November 2015

Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data Kuantitatif
Secara umum teknik analisis data dibagi menjadi dua yaitu analisis data kuantitatif dan analisis data kulitatif. 

Teknik Analisis Data Kuantitatif

Statistik Deskriptif
Menurut Wagiran (2014:327) statistik deskriptif merupakan teknik statistik yang memberikan informasi mengenai data yang dimilikinya dan tidak bermaksud untuk menguji hipotesis dan kemudian menarik kesimpulan yang digeneralisasikan untuk data yang lebih besar atau populasi. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik masing-masing variabel serta dapat melakukan representasi objektif masalah penelitian. Dalam suatu penelitian, analisis deskriptif akan meliputi penyajian: (1) distribusi frekuensi setiap variabel, (2) ukuran tendensi sentral (mean, median, modus) dan (3) ukuran dispersi (penyebaran) meliputi standar deviasi dan varian.selain itu dengan memperhatikan nilai-nilai tendensi sentral dan skor masing-masing variabel serta berpedoman pada distribusi normal dapat disusun kriteria kecenderungan masing-masing variabel (Wagiran, 2014:329).

Statistik Inferensial
Statistik inferensial disebut juga statistik induktif. Menurut Wagiran (2014:327) statistik inferensial adalah statistik yang berkaitan dengan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan pada seluruh subyek tempat data itu diambil (populasi). Sementara itu menurut Sugiyono (2015) statistik inferensial merupakan teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi. Statistik inferensial dikategorikan menjadi dua yaitu statistik parametrik dan statistik non parametrik.
Statistik Parametrik
Statistik parametrik merupakan statistik yang menuntut terpenuhinya asumsi dasar statistik (asumsi normalitas, asumsi linieritas, asumsi homogenitas, dll).
Statistik Non Parametrik
Statistik non parametrik tidak menuntut terpenuhinya asumsi dasar statistik. Statistik non parametrik merupakan statistik yang model uji statistiknyan tidak menetapkan syarat-syarat tertentu tentang bentuk distribusi parameter populasinya.

Langkah-langkah Analisis Data
Berikut merupakan angkah-langkah analisis data menurut Wagiran (2014:328).
Coding
Dalam tahap ini seorang peneliti memberi kode pada setiap variabel atau item dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitiannya. Tahap ini dilakukan untuk mempermudah peneliti melakukan rekapitulasi data yang telah terkumpul serta mendeteksi kesalahan pemasukan data.
Scoring
Pemberian skor dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan tujuan penelitian dan alat yang digunakan dalam analisis. Misalnya pada skoring angket skor 4 untuk sangat setuju, 3 untuk setuju, 2 untuk tidak setuju, dan 1 untuk sangat tidak setuju.
Tabulating
Tabulasi dimaksudkan untuk melakukan rekap skoring dari masing-masing variabel hingga siap untuk dianalisis lebih lanjut
Analisis Deskriptif
Analisis ini untuk mengetahui lebih lanjut karakteristik masing-masing variabel dengan melakukan representasi data penelitian.
Uji asumsi klasik atau uji prasyarat analisis
Uji asumsi ini dapat berupa uji Normalitas data, Linieritas, Homoskedastisitas, Multikolonearitas atau singularitas
Inferensial analisis
Analisis inferensial merupakan analisis data (sampel) untuk kemudian dilakukan penyimpulan-penyimpulan (inferensi) yang digeneralisasikan kepada seluruh subyek tempat data itu diambil (populasi).

Referensi

Diskusi dalam Perkuliahan Metodologi Penelitian Pendidikan oleh Dr. Heri Retnawati Wagiran. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.

Mixed Methods Research (Metode Penelitian Campuran)


 Pengertian Mixed Methods Research
Mixed methods research atau penelitian campuran merupakan penelitian gabungan dari Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Menurut Creswell (2012), “mixed methods research is an approach to inquiry that combines or associated both qualitative quantitative form of research”. Hal tersebut menunjukkan bahwa mixed methods atau metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan metode penelitian kualitatif dengan metode penelitian kuantitatif.
Berikut merupakan aspek penting yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu dalam merancang prosedur-prosedur mixed methods research (Creswell, 2012)
Timing (waktu)
Dalam menentukan waktu penelitian, peneliti harus tahu apakah data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan secara bertahap atau langsung dikumpulkan sekaligus dalam satu waktu. Ketika data dikumpulkan secara bertahap maka harus ditentukan data apa saja yang harus didahulukan. Hal ini tergantung pada tujuan penelitian. Bila data kualitatif dikumpulkan pertama, tujuannya adalah untuk mengeksplorasi topik dengan cara mengamati partisipan di lokasi penelitian. Setelah itu peneliti memperluas pemahamannya melalui tahap kedua, yaitu data kuantitatif, di mana data dikumpulkan dari sejumlah besar partisipan (biasanya sampel dari populasi). Ketika data dikumpulkan secara konkuren, berarti data kuantitatif dan kualitatif dikumpulkan pada waktu yang sama dan pelaksanaannya serempak. Pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif secara bersaman dianggap paling efektif karena tidak membutuhkan waktu lama dalam proses pengumpulannya.
Weigting (bobot)
Bobot yang dimaksud dalam merancang prosedur mixed methods adalah prioritas yang diberikan antara metode kuantitatif atau kualitatif. Dalam studi tertentu bobot dapat sama atau seimbang. Dalam beberapa penelitian lain mungkin lebih menekankan pada satu metode. Penekanan pada satu metode tergantung dari kepentingan peneliti, keinginan pembaca dan hal apa yang ingin diutamakan oleh peneliti.
Mixing (campuran)
Mencampur berarti data kualitatif dan kuantitatif benar-benar dileburkan dalam satu end of continuum, dijaga keterpisahannya dalam end of continuum yang lain atau dikombinasikan dengan beberapa cara. Dua data bisa saja ditulis secara terpisah namun keduanya tetap dihubungkan satu sama lain selama tahap-tahap penelitian. Peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara konkuren dan menggabungkan database keduanya dengan mentransformasikan tema-tema kualitatif menjadi angka-angka yang bisa dihitung secara statistik dan membandingkan hasil penghitungan ini dengan data kuantitatif deskriptif. Dalam hal ini pencampuran menggabungkan dua database dengan meleburkan secara utuh data kuantitatif dengan data kualitatif. Atau dalam hal lain, peneliti tidak menggabungkan dua jenis metode penelitian yang berbeda tetapi sebaliknya peneliti justru tengah menancapkan (embedding) jenis data sekunder (kualitatif) ke dalam jenis data primer (kuantitatif) dalam satu penelitian.
Teorizing (teori)
Faktor terakhir yang perlu diperhatikan dalam merancang mixed method adalah perspektif teori apa yang akan menjadi landasan bagi keseluruhan proses/tahap penelitian. Perspektif ini bisa berupa teori ilmu-ilmu sosial atau perspektif-perspektif teori lain yang lebih luas. Dalam mixed methods research, teori biasanya muncul dibagian awal penelitian untuk membentuk rumusan masalah yang diajukan, siapa yang berpartisipasi dalam penelitian, bagaimana data dikumpulkan dan implikasi-implikasi apa yang diharapkan dari penelitian.

Tujuan Mixed Methods Research
Tujuan mixed methods research adalah untuk menemukan hasil penelitian yang lebih baik dibandingkan dengan hanya menggunakan salah satu pendekatan saja, misalnya menggunakan pendekatan kuantitatif saja atau dengan pendekatan kualitatif saja). Dengan menggunakan metode ini akan diperoleh data yang bersifat kuantitatif dan kualitatif. Metode ini digunakan untuk menangani tingkatan yang berbeda dalam satu sistem. Temuan dari setiap tingkatan dipadukan untuk merumuskan interpretasi menyeluruh.

Strategi Mixed Methods Research
Berikut merupakan enam macam strategi dalam mixed methods research (Creswell, 2012).
Strategi Eksplanatoris Sekuensi
Pada strategi ini terjadi pengumpulan data dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama diikuti oleh pengumpulan data dan analisis data kualitatif pada tahap kedua yang dibangun berdasarkan hasil awal kuantitatif.
Strategi Eksploratoris Sekuensi
Strategi ini melibatkan pengumpulan dan analisis data kualitatif pada tahap pertama, yang kemudian diikuti oleh pengumpulan data kuantitatif pada tahap kedua yang didasarkan hasil tahap pertama. Fokus utama dalam strategi ini adalah mengeksplorasi suatu fenomena.
Strategi Transformatif Sekuensial
Pada strategi ini terdapat proyek dua tahap dengan prespektif teoritis tertentu (seperti gender, ras, teori ilmu sosial) yang turut membentuk prosedur-prosedur di dalamnya. Startegi proses pencampuran terjadi ketika peneliti menggabungkan antara dua metode penelitian, seperti yang telah dijelakan sebelumnya.
Strategi Triangulasi Konruen
Pada strategi ini peneliti mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dalam satu waktu, kemudian membandingkan kedua database tersebut untuk mengetahui apakah ada konvergensi, perbedaan-perbedaan atau beberapa kombinasi. Pencampuran pada strategi ini terjadi ketika peneliti sampai pada tahap interpretasi dan pembahasan. Pencampuran tersebut dilakukan dengan melebur dua data penelitian menjadi satu atau dengan mengintegrasikan atau mengkomparasikan hasil dari kedua data tersebut.
Strategi Embedded Konruen
Perbedaan strategi ini dengan strategi sebelumnya adalah startegi embedded konkuren memiliki metode primer yang memandu proyek dan database sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur penelitian. Metode sekunder yang kurang diproritaskan  ditancapkan ke dalam metode yang lebih dominan. Dalam strategi ini pencampuran dua data terjadi ketika peneliti membandigkan sumber data yang satu dengan yang lain. Pada umunya pencampuran ini muncul pada pembahasan penelitian.
Strategi Transformatif Konruen
Pada strategi ini terjadi pengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif secara serempak serta didasarkan pada prespektif teoritis tertentu. Proses pencampuran dalam strategi ini terjadi ketika peneliti melebur, menguhubungkan dua data yang berbeda.

Prosedur Pengumpulan Data Mixed Methods Research
Prosedur pengumpulan data mixed methods research penting untuk mengidentifikasi strategi-strategi sampling dan pendekatan-pendekatan dalam memvalidasi data, seperti mengidentifikasi dan menentukan jenis data baik kuantitatif maupun kualitatif yang dikumpulkan selama penelitian; mengetahui data kualitatif, karena sering dipilih dengan random sampling agar masing-masing individu memiliki kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai sampel; dan dapat digeneralisasikan pada populasi secara luas. Tipologi lima sampling mixed methods research, yaitu:
Strategi dasar, di dalamnya sampling kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan (startified purposeful sampling dan porposive random sampling).
Sampling sekuensial, di dalamnya tahap pertama melengkapi sampling tahap kedua.
Sampling konkuren, di dalamnya probabilitas kuantitatif dan sampling kualitatif dikombinasikan menjadi prosedur-prosedur sampling independen atau diterapkan secara bersamaan seperti instrumen survei dengan respons tertutup dan respons terbuka.
Sampling multilevel, di dalamnya sampling yang diterapkan pada dua atau lebih unit analisis.
Sampling kombinasi, yang menerapkan bentuk kombinasi dengan strategi-strategi metode campuran sebelumnya.

Analisis Data Mixed Methods Research
Analisis data dalam mixed methods research sangat berkaitan dengan strategi yang dipilih. Analisis data dapat dilakukan berdasarkan pendekatan kuantitatif (analisis angka-angka secara deskriptif dan inferensial) dan kualitatif (deskripsi dan analisis teks atau gambaran secara tematik), atau antara dua pendekatan ini. Berikut merupakan beberapa analisis data mixed methods research.
Transformasi data
Mengeksplorasi outlier-outlier
Membuat instrumen
Menguji level-level ganda
Membuat matriks/tabel.

Referensi
 John W. Creswell. 2012. Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif & Mixed Methods. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Nugroho Ponco. PENELITIAN CAMPURAN KUANTITATIF-KUALITATIF
 DISAIN EMBEDED. https://www.scribd.com/doc/138729437/RANGKUMAN-Review-Mixed-Methods-Research-copy (diakses pada tanggal 25 November 2015).

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Pengertian Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan salah satu faktor penting untuk tercapainya keberhasilan dalam penelitian. Menurut Wagiran (2015: 229) teknik dalam pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa macam antara lain observasi, wawancara, angket, tes dan dokumentasi.

Berbagai Macam Teknik Pengumpulan Data

Macam-macam Teknik Pengumpulan Data

Observasi
Observasi meliputi kegiatan pengamatan dan pencatatan pola perilaku orang, objek dan kejadian dalam suatu cara sistematis untuk mendapatkan informasi tentang fenomena-fenomena yang diamati (Wagiran, 2015:235). Observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila: (1) sesuai dengan tujuan penelitian, (2) direncanakan dan dicatat sistematis, (3) dapat dikontrol reliabilitas dan validitasnya.
Jenis-jenis observasi dapat dibedakan menjadi observasi partisipan-nonpartisipan, observasi tersembunyi-terang-terangan, observasi berstruktur-tidak berstruktur.

Wawancara
Wawancara merupakan tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih secara langsung. Pewawancara disebut interviewer, sedangkan orang yang diwawancarai disebut interviewee. Wawancara bertujuan untuk memperoleh informasi dari sumber yang diwawancarai. Wawancara dapat dibedakan menjadi dua, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. Dalam wawancara terstruktur pewawancara telah mempersiapkan sederetan pertanyaan yang nantinya akan diberikan kepada interviewee.

Angket
Angket merupakan sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.

Dokumentasi
Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi adalah pengambilan data yang diperoleh melalui dukumen-dokumen. Keuntungan menggunakan dokumentasi adalah biaya relatif sedikit, waktu dan tenaga lebih efisien. Sementara itu kelemahannya, data yang diperoleh dengan dokumentasi cenderung sudah lama, dan kalau ada bisa jadi salah cetak, maka peneliti ikut salah pula dalam mengambil data. Selain itu data-data yang dikumpulkan dengan dokumentasi cenderung merupakan data sekunder.

Tes
Tes adalah serentetan peranyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu maupun kelompok.

Menentukan dan Memilih Teknik Pengumpulan Data
Secara garis besar penentuan teknik pengumpulan data dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain:
(1)   Tujuan penelitian. Hal ini akan menentukan jenis dan macam variabel yang ikut menentukan metode apa yang tepat untuk mengumpulkan datanya.
(2)   Sampel penelitian. Apabila sampelnya besar tentu akan lebih cocok menggunakan angket daripada wawancara.
(3)   Karakteristik responden. Bila sampelnya petani dengan pendidikan rendah akan lebih cocok menggunakan wawancara daripada angket.
(4)   Lokasi. Bila lokasi penelitian luas maka lebih cocok dengan menggunakan angket.
(5)   Pelaksana. Bila respondennya sedikit dan pelaksana relatif banyak akan lebih cocok dengan wawancara atau observasi.
(6)   Biaya dan waktu. Walaupun hasilnya akan lebih baik bila dilakukan wawancara atau observasi, namun dengan keterbatasan peneliti harus puas hanya dengan angket.
(7)   Data. Jika diinginkan hasil yang lebih dalam, wawancara merupakan teknik yang cocok.

Referensi
Wagiran. 2015. Metodologi Penelitian Pendidikan: Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Deepublish.